Feature Label 1

Feature Label 2

Feature Label 3

2nd Feature Label

What's Latest and Fresh in?
SeputarTensorFlow Kumpulan Info Tentang TensorFlow

Tuesday, August 18, 2020

Authentication dan Authorization pada Blazor oleh - seputartensorflow.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputartensorflow.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Authentication dan Authorization pada Blazor, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Blazor adalah Web Framework yang bersifat Open Source dimana aplikasi Web yang bersifat client-side interactive dapat dikembangkan dengan menggunakan .Net (C#) dan HTML. Pada saat ini C# biasa digunakan untuk melakukan proses back-end dari aplikasi web. Dengan menggunakan fitur baru dari ASP.NET Core yaitu Blazor, kita dapat membangun interactive WEB dengan menggunakan C# dan .NET .
Code .Net berjalan pada WebAssembly, yang artinya kita dapat menjalankan "NET" didalam browser (Client) tanpa harus menginstall plugin seperti Silverlight, Java mapun Flash.

Disarankan untuk membaca dan menyeselesaikan latihan pada beberapa artikel sebelumnya :

http://junindar.blogspot.com/2020/02/pengenalan-blazor.html http://junindar.blogspot.com/2020/02/create-read-update-dan-delete-crud-pada.html dan http://junindar.blogspot.com/2020/07/membuat-dialog-component-pada-blazor.html.
Authentication dan Authorization pada sebuah aplikasi adalah termasuk dalam bagian yang sangat penting yang harus diperhatikan oleh para developer.
Pada latihan ini kita akan belajar menggunakan authentication dan authorization pada blazor. Dimana untuk latihan awal kita akan membuat halaman login dan selanjutnya dengan membuat membuat Authentication dan Authorization pada setiap halaman.

Itulah tadi informasi mengenai Authentication dan Authorization pada Blazor dan sekianlah artikel dari kami seputartensorflow.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

The Rise Of TikTok : Masa Keemasan TikTok Selama Masa Pandemi oleh - seputartensorflow.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputartensorflow.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar The Rise Of TikTok : Masa Keemasan TikTok Selama Masa Pandemi, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Tahun 2020 sudah dikenal sebagai tahun-tahun penuh kekacauan, hal yang tidak pasti, duka, dan yang paling terkenal yaitu tahun pandemik besar melanda. Banyaknya terjadi pemutusan hubungan kerja dan protes publik diberbagai belahan dunia.

Tetapi disamping itu, TikTok dianggap mampu mengusir bosan, aplikasi TikTok mencatat adanya peningkatan jumlah unduhan pada kuartal pertama (Q1) di tahun 2020. Menyusul platform raksasa lainnya seperti Facebook, Snapchat, dan Instagram

Sejak perilisannya 2 tahun yang lalu, TikTok dan versi cinanya Douyin mampu menarik hingga 800 juta pengguna aktif melebihi Reddit, Snapchat, dan Twitter meskipun masih tergolong pemain baru.

Angga Anugrah Putra, Head of Content and User Operations TikTok Indonesia mengatakan bahwa platform video pendek itu lebih ramai 20 persen dari biasanya.

Selama masa pandemik jelas tidak heran bila semua orang merasa stress dan juga bosan karena berada dirumah terus-menerus. Dan TikTok menjadi sinyal bahwa bukan hanya mereka saja yang merasa demikian, orang lain pun ikut merasakannya serta tetap mampu berkreativitas dari rumah.

"Jenis konten yang mengalami kenaikan selama pandemi itu adalah konten edukasi," tutur Angga, melalui live Conference, Senin (18/5).

Dan nyatanya konten video edukasi TikTok dengan tagar #samsamabelajar sudah ditonton lebih dari 17 miliar pengguna saat ini. Angga juga menyebut konten lainnya yang cukup banyak ditonton yaitu, DIY (Do It Yourself/ Tips), konten video masak, belajar bahasa, dan life hack.

Bukan hanya Generasi Millenial, Generasi Z, hingga Kids jaman now saja yang menggunakan aplikasi ini, melainkan generasi tingkat lanjutpun ikut meramaikan aplikasi ini.

Namun bukan berarti perjalanan mereka berarti mulus-mulus saja. Dalam prosesnya Tiktok mengalami beberapa masalah regulasi, privasi, hingga alegasi perihal sensor. Akibatnya mereka sampai harus mengganti CEO mereka kepada Kevin Mayer yang dulunya adalah seorang Head of Streaming di Disney.

Sejarah Perkembangan Tiktok

Awalnya, TikTok yang kamu tahu sekarang bukanlah aplikasi yang lahir begitu saja dengan nama yang sama.

Dulunya ia merupakan Aplikasi yang disebut Musical.ly ditahun 2014 tetapi tetap memiliki tujuan yang sama, yaitu membuat penggunanya bisa membuat video berdurasi pendek (15 detik) misalnya seperti video lip-sync, dan menari (Dancing) atau video lucu (meme).

24 April 2018,'Germany, Berlin:'The video app Musical.ly is installed on a smartphone. Experts warn against abuse, since, occasionally, there are sexually explicit clips, frequently by young users. Photo by: Silas Stein/picture-alliance/dpa/AP Images

Dulunya ia hanya ditujukan untuk pasar Cina dan Amerika saja, namun karena tim yang menangani terbilang sangat minim memaksa mereka agar fokus ke amerika. Hasilnya sangat memuaskan walau sebagian besar hanya remaja dan baru sedikit penggunanya. Akan tetapi Aktifitas yang terjadi didalamnya sangat tinggi.

Dilansir dari data Forbes, dari Juli 2015 sampai Mei 2017 memiliki total pengguna hingga 200 Juta tepatnya pada platform I-tunes milik Apple. Jika kamu suka mendengarkan musik, mungkin kamupun termasuk salah satunya yang pernah menggunakan aplikasi ini.

Di Tahun 2017, perusahaan start-up asal Cina bernama Bytedance Technology.Co membeli aplikasi Musical.ly seharga 1 Milliar Dollar US meskipun mereka sudah memiliki aplikasi yang sama yaitu TikTok.

Bytedance mengkonsolidasi akun pengguna Musical.ly dan TikTok, menggabungkan kedua aplikasi tersebut menjadi satu dan sepakat menggunakan TikTok sebagai nama aplikasinya.

Puncak Perkembangan TikTok

Masa pandemik memaksa banyak orang untuk tetap dirumah. Namun berada dirumah saja pasti bosan untuk siapapun, terutama jika tidak ada hiburan. Seperti yang dikatakan sebelumnya, TikTok hadir sebagai media penghilang kebosanan selama berada dirumah.

Di Indonesia saja terjadi lonjakan pengguna sebanyak 20% selama masa diam dirumah. Itupun baru di Indonesia saja, lalu bagaimana di belahan dunia yang lain ?

Sebuah lembaga survei Comscore punya jawaban menarik atas pertanyaan tersebut. Pasalnya di Amerika saja mengalami peningkatan pengunjung TikTok sekitar 25 juta pengguna sejak Oktober tahun lalu hingga maret 2020.

Berlakunya aturan Lockdown beriksar antara bulan Februari – Maret. Bisa kamu lihat pada data diatas margin antara bulan tersebut mengalami lonjakan pengunjung sampai 12 Juta pengguna, melewati 2 kali lipatnya di bulan-bulan Sebelumnya.

Dari sini saja sudah terlihat bahwa TikTok sangat ramai pengunjung selama masa awal pandemik, kalau ditotal hinggan bulan Juni 2020 jelas angkanya akan lebih besar lagi. Itupun baru di Indonesia dan Amerika saja, lalu bagaimana dengan negara yang lain ?

Sejak April 2020, TikTok mencapai 2 Miliar jumlah unduhan. Bukan jumlah yang mengherankan apabila dipikirkan ulang mengingat dunia masih dalam masa Lockdown Ketat.

30.3% jumlah tersebut berasal dari India dan 8.2% dari Amerika. Ini hanya meliputi jumlah unduhan saja. Kalau kamu lihat dari segi profit yang dihasilkan 72.3% keuntungan TikTok mayoritas berasal dari Cina dan 8.2% dari Amerika, dan sisanya terbagi oleh negara-negara yang lain

Konten di dalam Tiktok selama pandemik sangat beragam, mulai dari video tutorial :

Video Menari :

Video Tugas menumpuk akibat Belajar dirumah :

Aksi jahil antara ayah dan anaknya :

Hingga aksi cuplikan ketika bermain game :

Dari Data sampel diatas memang tidak heran saat masa pandemik TikTok malah mengalami peningkatan pesat diberbagai negara. Dan uniknya meskipun yang ditargetkan adalah anak muda atau generasi milenial, orang tua pun tidak mau ketinggalan dan ikut meramaikan platform TikTok.

Permasalahan Regulasi dan Privasi TikTok

Walaupun selama masa pandemik TikTok mengalami masa Keemasan, bukan berarti mereka bebas dari masalah. Karena perusahaan ini berbasis di Cina, secara otomatis data visual penggunanya berada ditangan negara tersebut dan banyak pihak merasa gelisah.

Seperti yang kamu tahu, hubungan antara Amerika dengan Pemerintah selama akhir-akhir ini sangat memanas. Tidak sedikit yang meramalkan akan terjadi perang dunia ke-3 karena hubungan panas mereka.

Meski TikTok mengklaim bahwa data pengguna bahwa data pengguna TikTok penduduk Amerika disimpan didalam Negaranya dan tidak terikat hukum di Cina, banyak pakar keamanan tidak merasa tenang dengan pernyataan tersebut.

Masalah yang sama juga terjadi di India dimana Hukum perlindungan data lebih lemah. Alhasil data penduduk mereka menjadi rentan disalahgunakan.

Ingat masalah kebocoran data pengguna Facebook ? kekhawatiran yang sama juga terjadi untuk TikTok. Dan Hal ini diperkuat dengan beberapa insiden yang terjadi selama beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan oleh The Guardian september tahun lalu mengungkapkan bahwa Moderator TikTok diperintahkan untuk mengsensor semua video terkait peristiwa "Tiananmen Square" , serta konten lainnya yang dinilai sensitif oleh Pemerintahan Cina secara sepihak.

Meskipun TikTok menyangkal hal ini dengan mengatakan "sudah mencantumkan hal tersebut di Panduan penggunaan TikTok", tapi tidak dipungkiri bahwa Komite Federal Amerika secara terbuka mulai menginvestigasi TikTok, spesifiknya perihal akusisi yang ByteDance lakukan terhadap Musical.ly

Masih ingat juga dengan insiden yang dialami oleh George Floyd ? Seorang pria kulit hitam yang diperlakukan secara tidak pantas oleh kepolisian di Amerika ?

Isu lainnya yaitu perihal insiden yang sama. Dalam semua postingan di TikTok dengan Hashtag atau tagar #BlackLivesMatter dan #GeorgeFloyd yang hanya memiliki 0 Views didalamnya. Padahal nyatanya terdapat lebih dari 2 Miliar Views pada video dengan hashtag keduanya.

Kalau dipikirkan memang ini seperti pihak cina tidak suka atas tindakan kesetaraan ras yang ada divideo dengan tagar itu dan mendukung supremasi kulit putih. Tapi tenang saja, masalah ini sudah diatas oleh TikTok.

Di Indonesia pun tidak kalah menariknya. Pasalnya aplikasi ini seperti dengan sengaja dan tidak memblokir konten-konten yang mengandung kekerasan dan unsur pornografi.

Untuk mereka yang sudah cukup umur atau dewasa memang tidak begitu dipermasalahkan, namun karena banyak pengguna dibawah umur membuat pemerintahan Indonesia mengambil langkah Banning aplikasi tersebut jika tidak ditindak lanjut.

Potensi Perkembangan TikTok di masa mendatang

Apabila CEO Tiktok saat ini David Mayer bisa membuat pemerintahan Amerika, pelanggan, juga para investor percaya atas aplikasi tersebut, maka ByteDance dilansir akan mendapatkan posisi baik dimata IPO (Initial Public Offering) tahun depan.

IPO itu sendiri yaitu saham suatu perusahaan yang pertama kali dilepas untuk ditawarkan atau dijual kepada masyarakat / publik atau singkatnya Go Public.

Para pakar juga berpendapat bahwa prospek jangka panjang TikTok bergantung pada kemampuan mereka tetap membuat antusias penggunanya tetap tinggi dan disaat yang sama membangun strategi monetisasi yang lebih stabil.

Kalau kita lihat dari latar belakang CEO mereka David Mayer memang hal tersebut tidaklah mustahil untuk dilakukan. Karena sebelumnya ia seorang Analis, Kreator, juga kepala Streaming Disney. Menghasilkan konten dalam wujud baru jelas mudah David capai. Saat masa pandemik saja mereka tetap eksis apalagi saat pandemik tersebut berakhir.

Penggunanya pun ikut berpendapat, apabila pada TikTok dihadirkan fitur Long-form content atau konten berdurasi panjang maka akan membuka peluang baru untuk menghadirkan jenis-jenis video yang lebih menarik lagi.

Itulah tadi informasi mengenai The Rise Of TikTok : Masa Keemasan TikTok Selama Masa Pandemi dan sekianlah artikel dari kami seputartensorflow.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Wednesday, August 12, 2020

Authentication dan Authorization pada Blazor oleh - seputartensorflow.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputartensorflow.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Authentication dan Authorization pada Blazor, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Blazor adalah Web Framework yang bersifat Open Source dimana aplikasi Web yang bersifat client-side interactive dapat dikembangkan dengan menggunakan .Net (C#) dan HTML. Pada saat ini C# biasa digunakan untuk melakukan proses back-end dari aplikasi web. Dengan menggunakan fitur baru dari ASP.NET Core yaitu Blazor, kita dapat membangun interactive WEB dengan menggunakan C# dan .NET .
Code .Net berjalan pada WebAssembly, yang artinya kita dapat menjalankan "NET" didalam browser (Client) tanpa harus menginstall plugin seperti Silverlight, Java mapun Flash.

Disarankan untuk membaca dan menyeselesaikan latihan pada beberapa artikel sebelumnya :

http://junindar.blogspot.com/2020/02/pengenalan-blazor.html http://junindar.blogspot.com/2020/02/create-read-update-dan-delete-crud-pada.html dan http://junindar.blogspot.com/2020/07/membuat-dialog-component-pada-blazor.html.
Authentication dan Authorization pada sebuah aplikasi adalah termasuk dalam bagian yang sangat penting yang harus diperhatikan oleh para developer.
Pada latihan ini kita akan belajar menggunakan authentication dan authorization pada blazor. Dimana untuk latihan awal kita akan membuat halaman login dan selanjutnya dengan membuat membuat Authentication dan Authorization pada setiap halaman.

Itulah tadi informasi mengenai Authentication dan Authorization pada Blazor dan sekianlah artikel dari kami seputartensorflow.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Masa Depan Dunia Digital Tanpa Password! oleh - seputartensorflow.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputartensorflow.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Masa Depan Dunia Digital Tanpa Password!, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Password atau kata kunci memang dianggap sebagai alat otentikasi bahwa yang mengakses suatu akun memang si pemilik yang sebenarnya. Tapi sayangnya banyak pemilik yang sering abai saat menentukan password untuk akun mereka sendiri

Pasalnya 34% pengguna seringkali menggunakan password yang sama di akun yang berbeda, 26% dari mereka menulis password tersebut dikertas, 17% menyimpan password mereka di smartphone atau komputer, dan 6% dari mereka menggunakan password yang mudah dikenali (misal menggunakan nama +tahun lahir).

Ini membuat password yang mereka gunakan rentan sekali dicuri atau bahkan diretas oleh orang lain.

Tantangan Password di Industri Teknologi

Password juga merupakan hal yang sangat serius dan mahal. Banyak perusahaan besar seperti Google, Microsoft, dan Apple ingin mengurangi ketergantungan mereka terhadapnya.

Menurut laporan IBM Security & Panemon Institute, Amerika mengalami kerugian terbesar akibat terjadinya kebocoran data. Jumlahnya mencapai US$8 Juta.

Dikutip dari CNN, Microsoft harus menggelontorkan dana hingga US$ 2 Juta per bulan untuk membantu pelanggan mereka mengganti password. Inilah mengapa perusahaan tersebut ingin sekali menyingkirkan ketergantungan mereka akan Password atau kata kunci.

Jenis-Jenis Faktor Sistem Otentikasi

Lahirnya inovasi seperti alat pemindai sidik jari (Fingerprint) hingga Scanning wajah di perangkat Smartphone, proses verifikasi melangkah ke level berikutnya daripada hanya sekedar memasukan kata kunci.

Sistem Otentikasi saat ini biasanya berupa Two Factor Authentication (F2A) dimana si pengguna harus memberikan setidaknya 2 faktor otentifikasi yang berbeda selain kata kunci, berikut ini daftarnya

Knowledge Factor (What You Know): Umumnya sesuatu yang hanya diketahui si pengguna saja, misalnya password, PIN, atau bahkan Draw Pattern yang biasa digunakan pada Smartphone.

Possesion Factor(What You Have): Biasanya berupa benda fisik yang hanya dimiliki si pengguna, Misalnya KTP, SIM, Kartu Debit / Kredit (ATM), Smartphone, dan yang lainnya.

Biometric Factor (Who You Are) : Bisa dibilang sebagai faktor biologis yaitu ciri khusus seseorang secara fisik yang hanya terdapat pada diri mereka saja. Misalnya seperti pemindai retina mata, sidik jari, suara atau wajah secara keseluruhan.

Faktor otentikasi yang paling sering digunakan biasanya meliputi 2 hal saja (Two Factor), Sebab hanya bergantung pada pasword saja sangat beresiko. Akan tetapi untuk keamanan lebih lanjut tidak menutup kemungkinan bisa terdapat lebih dari itu (Multi-Factor).

Misalnya saja ketika akan menarik uang dari ATM mengharuskan pengguna memasukan kartu ATM, lalu PIN mereka, dan disusul dengan pemindai sidik jari. Sayangnya metode ini belum diterapkan di Negara Indonesia.

FIDO Alliance

Salah satu organisasi yang membawa konsep Two Factor Authentication / Multi Factor yakni FIDO Alliance.

FIDO yang berarti Fast Identity Online merupakan konsortium lebih dari 250 perusahaan yang bekerja sama untuk mengurangi ketergantungan mereka akan password atau kata kunci.

Visi dan Misi FIDO

Karena Password disimpan dalam suatu server, membuat rentan sekali diretas dan dijual pada situs-situs seperti Dark Web. Visi mereka yaitu melindungi Privasi pengguna dan User Experince mereka.

Mereka berpendapat bahwa password mungkin bisa diretas, tapi tidak mungkin meretas wajah pengguna atau sidik jari mereka.

Inilah yang menjadi Misi mereka untuk menciptakan 2 Factor Authentication yang bukan bergantung pada password saja, melainkan pada faktor biometrics pengguna seperti Face Scanning, dan Fingerprint Scan.

Masa Depan Tanpa Password

Perusahaan Research & Advisory terkemuka Gartner memprediksi di tahun 2020, setidaknya ada 60% perusahaan besar, dan 90% perusahaan menengah yang mengimplementasikan metode tanpa password (passwordless) dilebih dari 50 Studi kasus.

Bulan May lalu, Microsoft menilai bahwa ada lebih dari 150 juta penggunanya yang sign In ke perangkat merekat tanpa menggunakan password melainkan menggunakan pemindai biometrics (Wajah atau sidik jari).

Dari sini memang bisa dilihat bahwa trend aksesibilitas dalam dunia teknologi semakin mengarah kepada dunia tanpa password guna mencapai privasi pengguna yang aman dan nyaman.

Sumber : By IG : @dianmartinew

Itulah tadi informasi mengenai Masa Depan Dunia Digital Tanpa Password! dan sekianlah artikel dari kami seputartensorflow.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Friday, August 7, 2020

Masa Depan Dunia Digital Tanpa Password! oleh - seputartensorflow.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputartensorflow.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Masa Depan Dunia Digital Tanpa Password! oleh - seputartensorflow.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Password atau kata kunci memang dianggap sebagai alat otentikasi bahwa yang mengakses suatu akun memang si pemilik yang sebenarnya. Tapi sayangnya banyak pemilik yang sering abai saat menentukan password untuk akun mereka sendiri

Pasalnya 34% pengguna seringkali menggunakan password yang sama di akun yang berbeda, 26% dari mereka menulis password tersebut dikertas, 17% menyimpan password mereka di smartphone atau komputer, dan 6% dari mereka menggunakan password yang mudah dikenali (misal menggunakan nama +tahun lahir).

Ini membuat password yang mereka gunakan rentan sekali dicuri atau bahkan diretas oleh orang lain.

Tantangan Password di Industri Teknologi

Password juga merupakan hal yang sangat serius dan mahal. Banyak perusahaan besar seperti Google, Microsoft, dan Apple ingin mengurangi ketergantungan mereka terhadapnya.

Menurut laporan IBM Security & Panemon Institute, Amerika mengalami kerugian terbesar akibat terjadinya kebocoran data. Jumlahnya mencapai US$8 Juta.

Dikutip dari CNN, Microsoft harus menggelontorkan dana hingga US$ 2 Juta per bulan untuk membantu pelanggan mereka mengganti password. Inilah mengapa perusahaan tersebut ingin sekali menyingkirkan ketergantungan mereka akan Password atau kata kunci.

Jenis-Jenis Faktor Sistem Otentikasi

Lahirnya inovasi seperti alat pemindai sidik jari (Fingerprint) hingga Scanning wajah di perangkat Smartphone, proses verifikasi melangkah ke level berikutnya daripada hanya sekedar memasukan kata kunci.

Sistem Otentikasi saat ini biasanya berupa Two Factor Authentication (F2A) dimana si pengguna harus memberikan setidaknya 2 faktor otentifikasi yang berbeda selain kata kunci, berikut ini daftarnya

Knowledge Factor (What You Know): Umumnya sesuatu yang hanya diketahui si pengguna saja, misalnya password, PIN, atau bahkan Draw Pattern yang biasa digunakan pada Smartphone.

Possesion Factor(What You Have): Biasanya berupa benda fisik yang hanya dimiliki si pengguna, Misalnya KTP, SIM, Kartu Debit / Kredit (ATM), Smartphone, dan yang lainnya.

Biometric Factor (Who You Are) : Bisa dibilang sebagai faktor biologis yaitu ciri khusus seseorang secara fisik yang hanya terdapat pada diri mereka saja. Misalnya seperti pemindai retina mata, sidik jari, suara atau wajah secara keseluruhan.

Faktor otentikasi yang paling sering digunakan biasanya meliputi 2 hal saja (Two Factor), Sebab hanya bergantung pada pasword saja sangat beresiko. Akan tetapi untuk keamanan lebih lanjut tidak menutup kemungkinan bisa terdapat lebih dari itu (Multi-Factor).

Misalnya saja ketika akan menarik uang dari ATM mengharuskan pengguna memasukan kartu ATM, lalu PIN mereka, dan disusul dengan pemindai sidik jari. Sayangnya metode ini belum diterapkan di Negara Indonesia.

FIDO Alliance

Salah satu organisasi yang membawa konsep Two Factor Authentication / Multi Factor yakni FIDO Alliance.

FIDO yang berarti Fast Identity Online merupakan konsortium lebih dari 250 perusahaan yang bekerja sama untuk mengurangi ketergantungan mereka akan password atau kata kunci.

Visi dan Misi FIDO

Karena Password disimpan dalam suatu server, membuat rentan sekali diretas dan dijual pada situs-situs seperti Dark Web. Visi mereka yaitu melindungi Privasi pengguna dan User Experince mereka.

Mereka berpendapat bahwa password mungkin bisa diretas, tapi tidak mungkin meretas wajah pengguna atau sidik jari mereka.

Inilah yang menjadi Misi mereka untuk menciptakan 2 Factor Authentication yang bukan bergantung pada password saja, melainkan pada faktor biometrics pengguna seperti Face Scanning, dan Fingerprint Scan.

Masa Depan Tanpa Password

Perusahaan Research & Advisory terkemuka Gartner memprediksi di tahun 2020, setidaknya ada 60% perusahaan besar, dan 90% perusahaan menengah yang mengimplementasikan metode tanpa password (passwordless) dilebih dari 50 Studi kasus.

Bulan May lalu, Microsoft menilai bahwa ada lebih dari 150 juta penggunanya yang sign In ke perangkat merekat tanpa menggunakan password melainkan menggunakan pemindai biometrics (Wajah atau sidik jari).

Dari sini memang bisa dilihat bahwa trend aksesibilitas dalam dunia teknologi semakin mengarah kepada dunia tanpa password guna mencapai privasi pengguna yang aman dan nyaman.

Sumber : By IG : @dianmartinew

Itulah tadi informasi mengenai Masa Depan Dunia Digital Tanpa Password! oleh - seputartensorflow.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputartensorflow.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tuesday, July 28, 2020

Cara Mempersiapkan Diri Pada Kondisi Yang Tidak Menentu oleh - seputartensorflow.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputartensorflow.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Cara Mempersiapkan Diri Pada Kondisi Yang Tidak Menentu oleh - seputartensorflow.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Seperti yang kamu tau bahwa saat ini dunia sedang dilanda pandemik virus Covid-19. Dampak yang ditimbulkan cukup berat, banyak terjadi PHK dan tidak sedikit perusahaan atau bisnis yang lebih memilih gulung tikar.

Untuk kamu yang saat ini mengalami hal serupa tidak mengherankan bila merasa depresi dan frustasi. Belum lagi jika sudah membangun keluarga dan memiliki banyak tanggung jawab.

Tapi jangan terus-terusan merasa demikian. Sebab berikut ini ada tips-tips untuk kamu supaya cepat bangkit dari masa pandemik saat ini.

1. Tentukan Tujuan Baru

Setelah tidak memiliki pekerjaan banyak orang pasti bingung mau melakukan apa. Belum lagi saat ini masa pandemik belum benar-benar berkahir. Lalu bukan berarti kamu tidak melangkah kedepan, Temukan tujuan baru supaya depresimu tidak berlarut-larut.

Kamu bisa mengacu pada metodologi Ikigai yang berasal dari jepang :

  • Awali hidup baru dengan melakukan hal-hal yang kamu sukai.
  • Cari tahu apa yang dibutuhkan dunia saat ini
  • Kenali apa saja kelebihan dan kekuranganmu
  • Temukan potensi dalam dirimu yang bisa membuatmu sukses

Keempat poin dalam metodologi ikigai ini sangat cocok sebagai pemompa semangat selama masa yang tidak menentu. Dengannya menentukan baik itu visi jangka pendek maupun jangka panjang tidak sesulit yang dibayangkan.

2. Kenali Lingkungan Industri Kamu Sendiri

Masih mengacu pada poin ke 2 metodologi Ikigai, mengenali dengan baik tren industri secara lokal maupun global. Apa saja teknologi yang saat ini sedang marak digunakan diperusahaan-perusahaan besar.

Apakah keahlian pada dirimu bisa selaras dengan teknologi tersebut ? Jika iya maka itu hal yang baik. Walaupun tidak bukan berarti peluang suksesmu menjadi kecil. Tantang diri sendiri untuk belajar hal-hal baru.

Informasi-Informasi terkait hal ini bisa kamu temukan dengan mudah pada platform LinkedIn. Sebab ia memang platform yang dikhususkan untuk komunikasi antar perusahan kecil hingga ke paling besar sekalipun.

Sebagai contoh, kamu bisa melihat profil industri atau perusahaan tertentu disana. Cari tahu ada tidaknya lowongan pekerjaan baru pada profil mereka. Jika ada dan sesuai dengan keahlianmu, coba hubungi salah satu personil mereka dan bangun komunikasi yang baik.

Tetapi bukan berarti kamu bisa secara membabi buta asal melamar pekerjaan. Ada 5 hal yang harus diperhatikan sebelum melamar pekerjaan :

  • Baca dengan seksama deskripsi pekerjaannya, update CV-mu, atau Profil lainnya sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan pekerjaan tersebut.
  • Jika bisa coba raih bagian HRD mereka di LinkedIn dan bangun komunikasi yang baik
  • Apabila ada seorang teman yang bekerja juga disana, tanyakan pada mereka seperti apa karakter orang-orang, lingkungan, dan etos kerjanya disana.

3. Awali Apapun Dengan Kata “Kenapa”

  • Kenapa saat ini kamu mencari pekerjaan ?
  • Kenapa dan apa alasan kamu berhenti bekerja ?
  • Kenapa kamu merasa senang, sedih, stress, depresi, dan yang lainnya ?
  • Kenapa kamu ingin promosi jabatan ?
  • Kenapa kamu merasa tersaingi dengan rekan kerja yang lebih baik darimu ?

Kalau kamu berhasil menemukan jawaban dari jenis-jenis pertanyaan seperti ini maka secara langsung kamu mengenali potensi dirimu sendiri. Akhirnya memuluskan jalanmu mencapai tujuan.

4. Membangun Pribadi Yang Solid

Pribadi yang solid merupakan dambaan setiap orang. Tapi bagaimana cara membangunnya ? tenang saja, berikut ini ada 8 tips membangun pribadi yang solid untukmu :

  • Mulai dengan tentukan dan petakan apa tujuan yang mau kamu capai dimasa mendatang
  • Bertanggun jawab atas apa yang kamu lakukan dan yang kamu pelajari
  • Anggap suatu masalah layaknya tantangan
  • Tetap Percaya diri
  • Ciptakan lingkungan belajar senyaman mungkin untuk dirimu sendiri. Dengan demikian belajar hal baru menjadi lebih cepat dan menyenangkan.
  • Bersifat peka dengan teknologi-teknologi baru dan mau mempelajarinya
  • Jangan malu meminta bantuan dari ahlinya, cari guru atau mentor yang menurutmu bisa memberikan manfaat untukmu.
  • Terakhir namun tidak kalah penting, jangan lupa bersenang-senang !!.

5. Meningkatkan Potensi Diri Sendiri

Terdengar mudah namun sebenarnya tidak mudah dilakukan. Tetapi bukan berarti sulit, selama tahu caranya maka mengembangkan potensi diri sendiri amatlah mudah. Berikut ini adalah langkah tepatnya untuk itu :

  • Bergabung dan aktif dengan grup atau komunitas online
  • Mengikuti Seminar online, Kursus, dan yang lainnya
  • Baca juga artikel-artikel terkait dengan bakatmu, atau perusahaan yang kamu incar
  • Follow influencer-influencer terkenal seperti Bill Gates, Richard Branson, Arriana Huffington, dan yang lainnya baik itu di twiter, linkedin, atau platform yang lain.

Mengembangkan potensi diri sendiri sama saja dengan mempersiapkan diri untuk bersaing dengan orang lain. Ingat, bukan hanya kamu saja yang butuh pekerjaan melainkan banyak orang lainnya.

Itulah tadi informasi dari judi online mengenai Cara Mempersiapkan Diri Pada Kondisi Yang Tidak Menentu oleh - seputartensorflow.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputartensorflow.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sunday, July 26, 2020

Top 10 Orang Terkaya Di Dunia Teknologi Menurut Majalah Forbes oleh - seputartensorflow.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputartensorflow.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Top 10 Orang Terkaya Di Dunia Teknologi Menurut Majalah Forbes oleh - seputartensorflow.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

1. Jeff Bezos

Asal Negara : Amerika Serikat (U.S)

Total Kekayaan : $113 Milliar Dollar US

Sumber Kekayaan : Amazon

Pada pertengahan maret, Amazon mengumumkan mereka akan meningkatkan karyawannnya hingga mencapai angka 100.000, baik itu full time maupun yang hanya sebagai part-timer saja. Hal ini dilakukan guna memenuhi permintaan pasar seiring timbulnya pandemik COVID-19.

Pada 2 April dibulan berikutnya, Bezos memuat postingan di Instagram miliknya yang menyatakan bahwa ia mendonasikan Assetnya untuk turut membantu Amerika melewati krisis pandemik.

2. Bill Gates

Negara : Amerika Serikat (U.S)

Total Kekayaan : $98 Milliar Dollar U.S

Sumber Kekayaan : Microsoft

Bill Gates menduduki orang terkaya didunia kedua dalam dunia teknologi. Pada maret kemarin ia mengumumkan pengunduran dirinya dari dewan microsoft, perusahaan yang ia rintis bersama Paul Allen sejak 1975 dan berperan sebagai SEO hingga tahun 2000.

Sama halnya seperti bos amazon, ia juga kerap menyumbangkan sebagian assetnya guna membantu negara tercintanya menghadapi pandemik Corona. Jumlahnya pun tak segan-segan, yakni mencapai $100 Juta Dollar U.S.

3. Larry Ellison

Asal Negara : Amerika Serikat (U.S)

Total Kekayaan : $59 Milliar Dollar US

Sumber Kekayaan : Software

Larry Elison diam-diam mengubah sebagian pulau hawainya menjadi fasilitas percobaan kesehatan. Baru-baru ini juga bos dari Oracle ini membuat database untuk kasus Corona sebagai bentuk perlawanan terhadap virus tersebut dan berkerja sama dengan Gedung putih serta institusi pemerintahan lainnya.

4. Mark Zuckenberg

Asal Negara : Amerika Serikat (U.S)

Total Kekayaan : $54 Milliar Dollar US

Sumber Kekayaan : Facebook

Facebook mencatat sejarah kelamnya pada tahun lalu atas dakwaan bocornya data penggunanya. Mereka dikenakan sanksi sebesar $5 Milliar Dollar US oleh Federal Trade Commision.

Tetapi disamping itu, sebagai platform dengan pengguna aktif sebesar 3 milliar menjadikannya alat komunikasi efektif selama masa pandemik. Mereka juga berencana untuk memberikan bonus sebesar $1000 Dollar untuk para pegawainya atas lonjakan ekonomi yang timbul.

5. Steve Ballmer

Negara : Amerika Serikat (U.S)

Total Kekayaan : $52.7 Milliar Dollar U.S

Sumber Kekayaan : Microsoft

Steve Ballmer merupakan salah satu orang penting dalam jajaran direksi Microsoft. Dia dipercaya oleh Bill Gates sebagai pemimpin arah bisnis  Microsoft selama kurang lebih 14 tahun, terhitung sejak Januari 2000 hingga Februari 2014.

Selama di Microsoft, Ballmer berhasil mengumpulkan kekayaan dengan total 52,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 855 triliun.

6. Larry Page

Asal Negara : Amerika Serikat (U.S)

Total Kekayaan : $50.9 Milliar Dollar US

Sumber Kekayaan : Google

Larry Page meninggalkan kursi CEO Google pada akhir desember lalu tetapi tetap menjabat sebagai dewan kehormatan. Google mendapatkan perintah dari Presiden Donald Trump untuk membangun website penyaringan virus Corona untuk rakyatnya.

Situs tersebut diluncurkan pada 16 Maret dan kekayaan Larry Page dilansir naik hingga $100 Milliar dollar dibanding tahun lalu.

7. Sergey Brin

Asal Negara : Amerika Serikat (U.S)

Total Kekayaan : $49.1 Milliar Dollar US

Sumber Kekayaan : Google

Sergey Brin mundur dari jabatannya sebagai presiden dari Alphabet, sebuah perusahaan orang tua Google pada desember lalu mengikuti jejak rekannya Larry Page. Namun kini ia tetap berperan sebagai pengontrol para dewan pemegang saham.

8. Jack Ma

FILE: Jack Ma, billionaire and chairman of Alibaba Group Holding Ltd., arrives for the Tech For Good summit at Elysee Palace in Paris, France, on Wednesday, May 15, 2019. Ma is giving up the reins of Alibaba Group Holding Ltd. after presiding over one of the most spectacular creations of wealth the world has ever seen. The former English teacher steps down as executive chairman of China’s largest company on his 55th birthday after amassing a $41.8 billion fortune. Photographer: Marlene Awaad/Bloomberg

Asal Negara : China

Total Kekayaan : $38.8 Milliar Dollar US

Sumber Kekayaan : Alibaba

Jack Ma Pensiun dari dewan toko online raksasa Alibaba Group pada September 2019 dan ada yang mengatakan bahwa kini dia fokus sebagai dermawan yang tidak segan menyumbangkan aset miliknya.

Pada maret saja, Jack Ma Foundation mengumumkan bahwa mereka akan menyumbangkan 1 Milliar masker dan 500 ribu alat test kit virus Corona kepada Amerika. Diawal April juga mereka membantu beberapa rumah sakit di New York dengan menyumbangkan 1000 ventilator.

9. Ma Huateng

Asal Negara : China

Total Kekayaan : $38.1 Milliar Dollar US

Sumber Kekayaan : Tencent

Bagi para pemain game PUBG Mobile tentunya tidak asing dengan nama Tencent Games. Ma Huateng adalah pendiri dari perusahaan gaming tersebut, dan namanya juga menjadi pendongkrak popularitas game online di platform mobile.

Saat ini, Huateng memiliki total kekayaan mencapai 38,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 615 triliun.

10. Mackenzie Bezos

Asal Negara : Amerika Serikat (U.S)

Total Kekayaan : $36 Milliar Dollar US

Sumber Kekayaan : Amazon

MacKenzie Bezos berhasil masuk dalam daftar orang terkaya di dunia yang dirangkum Forbes berkat sebagian saham Amazon yang diberikan oleh mantan suaminya, Jeff Bezos pada 2019 sejak percerain mereka.

Sumber : .forbes.com

Itulah tadi informasi dari daftar poker pulsa mengenai Top 10 Orang Terkaya Di Dunia Teknologi Menurut Majalah Forbes oleh - seputartensorflow.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputartensorflow.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

© 2017 SeputarTensorFlow Kumpulan Info Tentang TensorFlow. All rights resevered. Powered By Blogger